Medan, MPOL -Sebanyak 15.000 butir pil
ekstasi yang diungkap Sat Resnarkoba Polrestabes Medan beberapa waktu lalu dimusnahkan. Pemusnahan itu dilakukan di Aula Rupatama Polrestabes Medan, Senin (22/1/2024) siang. Amatan
Medan Pos di lokasi, belasan ribu pil
ekstasi itu dimusnahkan dengan cara memasukkannya ke sebuah dandang berisi air panas kemudian direbus.Kapolrestabes Medan, KBP Teddy JS Marbun mengatakan tidak semua barang bukti
ekstasi dimusnahkan karena sebagiannya diserahkan ke Kejaksaan Negeri Medan sebagai barang bukti untuk persidangan yang akan digelar terhadap ketiga tersangkanya."Barang bukti yang dimusnahkan sebanyak 14.746 butir
ekstasi yang ada di meja, setelah dipisahkan dengan barang bukti di kejaksaan. Setelah penetapan dari pengadilan ini bisa kita musnahkan," kata KBP Teddy didampingi Kasat Resnarkoba AKBP Jhon Sitepu.Teddy menjelaskan dalam pengungkapan ini pihaknya meringkus 3 tersangkanya, AA (34), JAS (49) dan DHA (51). Penangkapan terhadap ketiga tersangka tidak terlepas dari penyelidikan polisi untuk meminimalisir peredaran pil
ekstasi yang disiapkan menjelang tahun baru.Untuk diketahui sebelumnya penangkapan bermula ketika petugas melakukan undercover buy dengan tersangka AA warga Medan Sunggal yang menyebut ada 15.000 pil
ekstasi untuk dijual. Kemudian AA mengatakan barang itu ada di tangan JAS warga Medan Sunggal.Selanjutnya, petugas bertemu dengan JAS dan melakukan transaksi di salah satu apartemen di Jalan HM Yamin, Medan. Setelah barang bukti
ekstasi itu diperlihatkan, petugas langsung mengamankan tersangka. Setelah dihitung, barang bukti pil
ekstasi itu berjumlah 15.000 butir dengan berat bersih 3500 gram yang disimpan di dalam tas ransel warna hitamTak sampai di situ, petugas kembali mengembangkan jaringan ini dengan meringkus tersangka DHA (51) warga Medan Baru. Alhasil, tersangka diciduk petugas di basement swalayan Ramayana Jalan Iskandar Muda, Medan Petisah."Pengungkapan ini dilakukan pada 21 Desember 2023 lalu. Kita masih memburu tersangka Y karena pengakuan para tersangka barang bukti itu diperoleh dari dia. Saat akan kita lakukan penangkapan, tersangka sudah melarikan diri. Sampai sekarang masih kita kejar," ungkapnya."Dari informasi barang bukti
ekstasi ini dari Tanjungbalai. Diperkirakan akan diedarkan di Medan untuk malam tahun baru," pungkasnya. *